#1 semua sdh saya kirim dan kerjakan pak berikut ringkasannya.
id twitter : @wendach
saya juga sdh trfdtr di forum dg login : 08016033.
#2. TOPOLOGI JARINGAN
a. Topologi BUS
Topologi ini adalah topologi yang awal di gunakan untuk menghubungkan komputer.
Dalam topologi ini masing masing komputer akan terhubung ke satu kabel panjang dengan beberapa terminal, dan pada akhir dari kable harus di akhiri dengan satu terminator.
Topologi ini sudah sangat jarang digunakan didalam membangun jaringan komputer biasa karena memiliki beberapa kekurangan diantaranya kemungkinan terjadi nya tabrakan aliran data, jika salah satu perangkat putus atau terjadi kerusakan pada satu bagian komputer maka jaringan langsung tidak akan berfungsi sebelum kerusakan tersebut di atasi.
Topologi ini awalnya menggunakan kable Coaxial sebagai media pengantar data dan informasi.
Tapi pada saat ini topologi ini di dalam membangun jaringan komputer dengan menggunakan kabal serat optik ( fiber optic) akan tetapi digabungkan dengan topologi jaringan yang lain untuk memaksimalkan performanya.
Kelebihan :
· Topologi yang sederhana
· Kabel yang digunakan sedikit untuk menghubungkan komputer-komputer atau peralatan-peralatan yang lain
· Biayanya lebih murah dibandingkan dengan susunan pengkabelan yang lain.
· Cukup mudah apabila kita inginmemperluas jaringan pada topologi bus.
Kekurangan :
· Traffic (lalu lintas) yang padat akan sangat memperlambat bus.
· Setiap barrel connector yang digunakan sebagai penghubung memperlemah sinyal elektrik yang dikirimkan,
dan kebanyakan akan menghalangi sinyal untuk dapat diterima dengan benar.
· Sangat sulit untuk melakukan troubleshoot pada bus.
· Lebih lambat dibandingkan dengan topologi yang lain.
b. Topologi RING
Topologi ring atau yang sering disebut dengan topologi cincin adalah topologi jaringan dimana setiap komputer yang terhubung membuat lingkaran.
Dengan artian setiap komputer yang terhubung kedalam satu jaringan saling terkoneksi ke dua komputer lainnya sehingga membentuk satu jaringan yang sama dengan bentuk cincin.

Kelebihan:
· Data mengalir dalam satu arah sehingga terjadinya collision dapat dihindarkan.
· Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau kanan dari server.
· Dapat melayani aliran lalulintas data yang padat, karena data dapat bergerak kekiri atau kekanan.
· Waktu untuk mengakses data lebihoptimal.
Kekurangan:
· Apabila ada satu komputer dalam ring yang gagal berfungsi, maka akan mempengaruhi keseluruhan jaringan.
· Menambah atau mengurangi komputer akan mengacaukan jaringan.
· Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang.
c. Topologi STAR
Kelebihan:
· Fleksibelitas tinggi
· Penambahan atau pengurangan sangat mudah, sehingga tidak mengganggu bagian jaringan lain, yaitu dengan cara menarik kabel menuju hub.
· Kontrol terpusat sehingga mudah dalam pengelolaan jaringan.
· Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan, jika terdapat salah satu kabel menuju node terputus, maka tidak akan mempengaruhi jaringan secara keseluruhan. Hanya kabel yang putus yang tidak bisa digunakan lagi.
Kekurangan:
· Boros kabel
· Perlu penanganan khusus
· Jika hub rusak, maka jaringan yang berada dalam satu hub akan ikut rusak.
#3 IP ADDRESS (Internet Protocol Address)
Adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet.
Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
Pembagian kelas :
IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yaitu:
Ø network (net ID) : menunjukan jaringan kemana host dihubungkan.
Ø host (host ID) : memberikan suatu pengenal unik pada setiap host pada suatu jaringan.
Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki net ID yang sama.
Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host.
Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network.
IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E.
Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya.
Contohnya IP kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang dapat ditampung oleh tiap jaringan sangat besar.
Kelas D dan E tidak digunakan secara umum, kelas D digunakan bagi jaringan multicast dan kelas E untuk keprluan eksperimental.
Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address.
Untuk memudahkan identifikasi, alamat IP yang terdiri dari 32 bit tadi dituliskan menjadi 4 nilai numerik yang masing-masing bernilai 8 bit.
Misalnya saja no IP 192.168.19.1
sebenarnya adalah 11000000 10101000 00010011 00000001
dimana 11000000 merupakan bilangan binary 8 bit dari 192, 10101000 merupakan bilangan binary 8 bit dari 168, 00010011 merupakan bilangan binary 8 bit dari 19 dan 00000001 yang merupakan bilangan binary 8 bit dari 1.
Alamat IP yang dapat dipakai dari alamat 0.0.0.0 sampai dengan alamat 255.255.255.255 sehingga jumlah maksimal alamat IP yang bisa dipakai adalah 28 x28 x 28 x28 = 4294967296.
Untuk memudahkan pengelolaan alamat IP dari jumlah IP address sebanyak itu dikelompokan menjadi beberapa kelas oleh badan yang mengatur pengalamatan Internet seperti InterNIC, ApNIC atau di Indonesia dengan ID-NICnya menjadi sebagai berikut ini :
- Alamat IP kelas Adimulai dari bit awal 0.
Oktet pertama dari berupa net id dan sisanya adalah host id.
- Alamat IP kelas Bdimulai dari bit awal 10.
Dua oktet pertama digunakan untuk net id dan sisanya digunakan untuk host id.
- Alamat IP kelas Cdimulai dari bit awal 110.
Tiga oktet pertama digunakan untuk net id dan sisanya digunakan untuk host id.
- Alamat IP kelas D dimulai dari bit awal 1110.
Alamat IP kelas D digunakan untuk untuk mendukung multicast.
-Alamat IP kelas Edimuladi dari bit awal 11110.
Alamat IP kelas ini digunakan untuk tujuan eksperimen.
a. IP Address kelas A
IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar.
Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya.
Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah:
-Network ID = 113
-Host ID = 46.5.6
Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.
b. IP Address kelas B
IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar.
Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya.
Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1
-Network ID = 132.92
-Host ID = 121.1
Sehingga IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92.
Dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host.
Range IP128.0.xxx.xxx – 191.155.xxx.xxx
c. IP Address kelas C
IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir.
Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.
d. IP Address kelas D
Fungsi kelas D digunakan untuk keperluan multicasting dan tidak mengenal adanya NetID dan Host-ID
- 4 Bit Pertama : 1110
- Byte Inisial : 224 – 247
e. IP Address kelas E
Fungsi kelas D adalah ini digunakan untuk keperluan Eksperimental
- 4 Bit Pertama : 1111
- Byte Inisial : 248 – 255
#4 SUBNETTING
Subnetting adalah sebuah teknik yang mengizinkan para administrator jaringan untuk memanfaatkan 32 bit IP address yang tersedia dengan lebih efisien.
Teknik subnetting membuat skala jaringan lebih luas dan tidak dibatas oleh kelas-kelas IP (IP Classes) A, B, dan C yang sudah diatur.
Subnetting menyediakan cara yang lebih fleksibel untuk menentukan bagian mana dari sebuah 32 bit IP adddress yang mewakili netword ID dan bagian mana yang mewakili host ID.
Dengan kelas-kelas IP address standar, hanya 3 kemungkinan network ID yang tersedia; 8 bit untuk kelas A, 16 bit untuk kelas B, dan 24 bit untuk kelas C.
Subnetting mengizinkan anda memilih angka bit acak (arbitrary number) untuk digunakan sebagai network ID.
Fungsi-fungsi subnetting :
- Untuk mengurangi lalu lintas jaringan (mengurangi broadcast storm / memperkecil broadcast domain)
- Mengoptimalisasi unjuk kerja jaringan
- Pengelolaan yang disederhanakan (memudahkan pengelolaan, mengidentifikasikan permasalahan)
- Penghematan alamat IP
Contoh subnetting untuk IP Address 172.10.181.1/29, maksudnya yaitu:
Ip Address 172.10.181.1/29 subnet masknya 255.255.255.248,
IP 172.10.181.1 tergolong dalam kelas B karena penomoran dalam IP address kelas B terdiri dari 128-191.
Gambarnya sbb :

Referensi:
http://nic.unud.ac.id/~lie_jasa/Kelompok%20I%20TOPOLOGI%20JARINGAN%20eks%20B.pdf
http://www.rezafauzi.com/2009/05/pengertian-topologi-jaringan.html
http://donialiyanto.blogspot.com/2011/04/perbedaan-topologi-bus-dan-star.html
http://agusckurniawan.blogspot.com/2011/04/kelebihan-dan-kekurangan-topologi.html
http://gap.web.id/2011/03/pengertian-ip-address/
http://pocing2918.wordpress.com/pembagian-kelas-ip-networking/
http://sujieinformatika.blogspot.com/2009/04/pengertian-subnetting-dan.html