Imam Riadi | Official Forum | » Kuliah » |SI 4603C| >> Manajemen Lalulintas Jaringan

Tugas Minggu 2 - Manajemen Lalulintas Jaringan

(30 posts)
  1. admin
    Key Master

    Rekan2 mahasiswa/mahasiswi ysh, berikut ini tugas yang harus anda selesaikan dan di diskusikan untuk minggu ke 2 ini.
    Maximal pengumpulan via email dan diskusi : 30 September 2011
    #1.  kerjakan semua tugas minggu 1, jika ada yang terlewatkan.
    #2. diskusikan tentang kelebihan dan kekurangan topologi jaringan
          (bus, ring, star) berikan contohnya.
    #3. apa yang anda ketahui tentang IP Address, jelaskan pembagian kelasnya
    #4. jelaskan fungsi subneting dalam pengelolaan jaringan
          berikan ilustrasi subneting beserta gmbr rncangan anda untuk
          IP. 172.10.181.1/29 berikan penjelasannya.

    Tugas ini, di diskusikan di forum ini, dan versi soft copy seperti biasa dikirim via email ke : files.riadi@gmail.com dengan subject sbb :
    Subject : Tugas2-NIM-PRODI-KAMPUS-MK
                   Tugas2-0701622-SI-UAD-ManajemenLalulintasJaringan

    Semoga bermanfaat.

    Posted 4 months ago #
  2. 60020397
    Member

    Siap, segera kami diskusikan pak.
    #1.  semua sdh kami kirim dan kerjakan pak berikut ringkasannya.
           id twitter : @imam_riadi; id foursquare : imam_riadi;
           id google+ : imam.riadi; saya juga sdh trfdtr di forum dg login : 60020397.

    #2. menurut saya dari beberapa topologi (ring, bus dan star); star memiliki kelebihan lebih banyak dibandingkan dengan topologi lainnya, yaitu ......

    #3. ip address adalah......., pembagian kelas ip address dapat dikelompokkan dari kelas A,B,C dan D,E (reserved), dengan pembagian range IP sebagai berikut ...

    #4. subneting dalam pengelolaan jaringan berfungsi untuk .....
          IP. 172.10.181.1/29 maksudnya hanya dipergunakan untuk maksimal.....

    tolong dilengkapi ya teman2.

    semoga bermanfaat.

    Posted 4 months ago #
  3. 08016035
    Member

    #1.  semua sdh kami kirim dan kerjakan pak berikut ringkasannya.
    id twitter : @heri_triyant0; id foursquare :heri triyanto/heri.triyanto09@gmail.com        id google+ : id.gogle; saya juga sdh trfdtr di forum dg login : 08016035.A.

       

     

    MANAJEMEN LALULINTAS JARINGAN

    TUGAS 2

    ( Topologi jaringan dan IP address )

     

     

     

    Di Susun Oleh :

    Heri Triyanto (08016035)

      Semester                         7

            

     

    PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

    FAKULATAS ILMU MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

    UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

    YOGYAKARTA

    2010

     

     

    A.    TOPOLOGI  JARINGAN

    1.      Topologi BUS

    Topologi ini mempunyai bentuk, satu kabel utama menghubungkan ke tiap saluran tunggal computer (membentuk huruf T), kecuali simpul disalah satu ujung kabel utama, yang hanya terhubung ke saluran komputer dan terminator sebagai penutup Skema Topologi BUS Jenis Topologi Jaringan.

    Kelebihan dan Kelemahan Topologi BUS

    Kelebihan

    • Jumlah Node  tidak dibatasi,  tidak seperti hub yang  dibatasi oleh jumlah dari port (misal : 16 port untuk 16 node)

    • Kecepatan pengiriman data  lebih cepat,  karena data  berjalan searah.

    • Lebih mudah dan murah jika ingin menambah atau mengurangi jumlah node,  karena yang dibutuhkan hanya kabel dan konektornya saja.

    Kekurangan

    • Jika lalulintas data yang diolah terlalu besar dapat mengakibatkan kemacetan.

    • Diperlukan repeater  untuk menguatkan sinyal pada pemasangan jarak jauh.

    • Jika salah satu node  mengalami kerusakan,  maka jaringan tidak dapat beroperasi.

    Contoh :

    Kekurangan

    • Jika lalulintas data yang diolah terlalu besar dapat

    mengakibatkan kemacetan.

    • Diperlukan repeater  untuk menguatkan sinyal pada

    pemasangan jarak jauh.

    • Jika salah satu node  mengalami kerusakan,  maka

    jaringan tidak dapat beroperasi.

    Kekurangan

    • Jika lalulintas data yang diolah terlalu besar dapat

    mengakibatkan kemacetan.

    • Diperlukan repeater  untuk menguatkan sinyal pada

    pemasangan jarak jauh.

    • Jika salah satu node  mengalami kerusakan,  makajaringan tidak dapat beroperasi. Kekurangan

    • Jika lalulintas data yang diolah terlalu besar dapatmengakibatkan kemacetan.

    • Diperlukan repeater  untuk menguatkan sinyal padapemasangan jarak jauh.

    • Jika salah satu node  mengalami kerusakan,  makajaringan tidak dapat beroperasi.

    2.      Topologi STAR

    Tiap simpul pada masing-masing terminal  terhubung ke file server tunggal terpusat, dengan menggunakan segmen kabel sendiri. Keunggulan topologi ini adalah didapatkannya kinerja yang optimal karena lintas kabel dari terminal ke server  yang pendek.

    Kelebihan dan Kelemahan Topologi STAR Jenis Topologi Jaringan Star

    Kelebihan

    • Jika terjadi penambahan atau pengurangan terminal  tidak mengganggu operasi yang sedang berlangsung.

    • Jika salah satu terminal  rusak,  maka terminal  lainnya tidak mengalami gangguan

    • Arus lalulintas informasi data lebih optimal

    Kelemahan

    • Jumlah terminal terbatas, tergantung dari port yang ada pada hub.

    • Lalulintas data yang  padat dapat menyebabkan jaringan bekerja lebih lambat.

     

    3.      Topologi RING

    Setiap komputer terhubung ke komputer selanjutnya dalam ring,  dan setiap komputer mengirim apa yang  diterima dari computer sebelumnya.  Pesan-pesan mengalir melalui ring  dalam satu arah. Setiap komputer yang mengirimkan apa yang diterimanya, ring adalahjaringan yang aktif. Tidak ada akhir pada ring.

    Kelebihan dan Kelemahan Topologi RING

    Kelebihan

    • Aliran data  mengalir lebih cepat karena dapatmelayani data dari kiri atau kanan dari server .

    • Dapat melayani aliran lalulintas data yang padat, karena data dapat bergerak kekiri atau kekanan.

    • Waktu untuk mengakses data lebih optimal.

    Kelemahan

    • Penambahan terminal /node  menjadi lebih sulit bilaport sudah habis.

    • Jika salah satu terminal mengalami kerusakan, maka semua terminal pada jaringan tidak dapat digunakan.

     

    B.     IP ADDRESS

    Deretan angka biner antara 32-bit(IPv4) sampai 128-bit (IPv6) yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap computer host dalam jaringan internet.

    Pembagian kelas:

    IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (net ID) dan bagian host (host ID). Net ID berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki net ID yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network. IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E.

    Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. Contohnya IP kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang dapat ditampung oleh tiap jaringan sangat besar. Kelas D dan E tidak digunakan secara umum, kelas D digunakan bagi jaringan multicast dan kelas E untuk keprluan eksperimental. Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut :

    Bit pertama IP address kelas A adalah 0, dengan panjang net ID 8 bit dan panjang host ID 24 bit. Jadi byte pertama IP address kelas A mempunyai range dari 0-127. Jadi pada kelas A terdapat 127 network dengan tiap network dapat menampung sekitar 16 juta host (255x255x255). IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar,

    IP kelas ini dapat dilukiskan pada gambar berikut ini:

    IP address kelas A

    Dua bit IP address kelas B selalu diset 10 sehingga byte pertamanya selalu bernilai antara 128-191. Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya adalah host ID sehingga kalau ada komputer mempunyai IP address 167.205.26.161, network ID = 167.205 dan host ID = 26.161. Pada. IP address kelas B ini mempunyai range IP dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx, yakni berjumlah 65.255 network dengan jumlah host tiap network 255 x 255 host atau sekitar 65 ribu host.

    Formatnya :
    -Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh

    - Bit pertama : 0

    - Panjang Network ID : 8 bit

    - Panjang Host ID : 24 bit

    - Byte pertama : 0 – 127

    - Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)

    - Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx

    - Jumlah IP : 16.777.214 IP address pada tiap kelas A

    IP address kelas B

    IP address kelas C mulanya digunakan untuk jaringan berukuran kecil seperti LAN. Tiga bit pertama IP address kelas C selalu diset 111. Network ID terdiri dari 24 bit dan host ID 8 bit sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 host.

    Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh

    - 2 bit pertama : 10

    - Panjang Network ID : 16 bit

    - Panjang Host ID : 16 bit

    - Byte pertama : 128 – 191

    - Jumlah : 16.384 kelas B

    - Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx

    - Jumlah IP : 65.535 IP address pada tiap kelas B

     

    IP address kelas C

                 Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh

    - 3 bit pertama : 110

    - Panjang Network ID : 24 bit

    - Panjang Host ID : 8 bit

    - Byte pertama : 192 – 223

    - Jumlah : 2.097.152 kelas C

    - Range IP : 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx

    - Jumlah IP : 254 IP address pada tiap kelas C

     

    IP address kelas C digunakan untuk keperluan multicasting. 4 bit pertama IP address kelas C selalu diset 1110 sehingga byte pertamanya berkisar antara 224-247, sedangkan bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal istilah network ID dan host ID.
    IP address kelas E tidak diperuntukkan untuk keperluan umum. 4 bit pertama IP address kelas ini diset 1111 sehingga byte pertamanya berkisar antara 248-255.
    Sebagai tambahan dikenal juga istilah Network Prefix, yang digunakan untuk IP address yang menunjuk bagian jaringan.Penulisan network prefix adalah dengan tanda slash “/” yang diikuti angka yang menunjukkan panjang network prefix ini dalam bit. Misal untuk menunjuk satu network kelas B 167.205.xxx.xxx digunakan penulisan 167.205/16. Angka 16 ini merupakan panjang bit untuk network prefix kelas B.

    Kelas D 
    Fungsi kelas D digunakan untuk keperluan multicasting dan tidak mengenal adanya Net-ID dan Host-ID
    - 4 Bit Pertama : 1110
    - Byte Inisial : 224 – 247

     

    Kelas E
    Fungsi kelas D adalah ini digunakan untuk keperluan Eksperimental
    - 4 Bit Pertama : 1111
    - Byte Inisial : 248 – 255

     

    C.    Subneting

     

    Subnetting adalah proses membagi atau memecah sebuah network menjadi beberapa network yang lebih kecil atau yang sering di sebut subnet. Dengan subnetting, kita dapat menentukan jumlah hostyang akan digunakan di dalam jaringan. Bila kita hanya punya 5 host, tapi subnetmask kita tidak kita set  sesuai dengan jumlah host, maka paket data yang masuk ke jaringan akan dibroadcast ke seluruh alamat IP (host), walaupun host itu pada kenyataannya tidak pernah ada. Oleh karena itu, maka kita perlu menggunakan subnetting untuk mengefisiensikan penggunaan bandwitdh jaringan. Beberapa manfaat subnetting ini antara lain: 

    1. Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan(collision) atau macet.
    2. Optimasi kerja jaringan
    3. Peyederhanaan pengelolaan jaringan

    subneting untuk IP. 172.10.181.1/29 maksudnya adalaah ip address 172.10.181.1/29 dengan subnet masknya 255.255.255.248 ,ip 172.10.181.1 adalah termasuk kelas B .
    gambarnya sbb :

    NB: Maaf pak untuk gambarnya ga saya sertakan soalnya bingung upload gmbarnya yg langsung tempel d dokumennya..tapi yang saya kirim melalui email bpk lengkap (ada tabel dan gambarnya)

    Referensi :
    http://kalembrow.blogspot.com/2010/12/kelas-ip-address-b-c-d-e.html

    http://teguhnet.wordpress.com/2008/09/08/pengertian-ip-address-dan-configurasinya/

    http://gap.web.id/2011/03/pengertian-ip-address/

    http://nic.unud.ac.id/~lie_jasa/kelompok%20I%20TOPOLOGI%20JARINGAN%20eks%20A.pdf

    http://nurbudy.staff.ugm.ac.id/?menu=art&id=18&judul=Jaringan_Komputer_-_Subnetting

    http://blog.uad.ac.id/taufiq/2011/03/06/5-subnet-dan-supernet/

    http://romisatriawahono.net/2006/02/11/memahami-penghitungan-subnetting-dengan-mudah/

     

     

    Posted 4 months ago #
  4. 08016004
    Member

    Maaf pak saya belum membuat ringkasannya.

    Tapi saya mau tanya,
    Di kantor saya terdapat jaringan menggunakan topologi RING, dengan jumlah PC 4 buah [lt. 2], 1 kabel untuk  AP dan 1 kabel tidak digunakan namun terpasang dengan router [lt. 1].
    menggunakan IP v4, IP gol C.

    Yang saya mau tanyakan :

    1. Apakah dengan jumlah PC yang sedikit perlu menggunakan subnetting ?

    2. Bagaimana cara mengontrol lalu lintas jaringan dan user, tetapi disana tidak ada server dan PC administrator?

    Terimakasih atas petunjuknya...

    Posted 4 months ago #
  5. 60020397
    Member

    #1. kalau cuma 4 unit ya, gak perlu, kecuali dipaksakan :d
    #2. di atur, di router atasnya langsung, network diatas anda

    semoga bermanfaat.
     

    Posted 4 months ago #
  6. 08016054
    Member

    #1.  semua sdh kami kirim dan kerjakan pak berikut ringkasannya.
           id twitter : @unyilpersi; id foursquare : Unyil Persi 
           id google+ :  Unyil Persi   , saya juga sdh trfdtr di forum dg login : 08016054.

     

    Topologi Jaringan & IP Address

     


                                         NAMA    : Ahmad Hanif Muslih

                                         NIM       : 08016054

     

     

    PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

    FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

    UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

    2011

     

    A.TOPOLOGI

    1). BUS

    Topologi bus merupakan jenis topologi yg memiliki metode paling sederhana,terdiri dari sebuah kabel trunk(backbone / segment) yg menghubungkan semua komputer yf tergabung dalam sebuah jaringan dalam sebuah jalur.

    Kelebihan :

    -  Hemat kabel layout kabel sederhana mudah dikembangkan.

    Kekurangan :

    - Deteksi & isolasi kesalahan sangat kecil kepadatan lalu lintas bila salah satu client rusak maka jaringan tidak bisa berfungsi

    - Diperlukan repeater untuk jarak jauh.

    2). START

    Topologi star merupakan bentuk topologi jaringan yg berupa konvergensi dari node ke tengah ke setiapnode/pengguna.topologi ini termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.

    Kelebihan :

    -  Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut &station yg terpaut

    - Tingkat keamanan termasuk tinggi

    - Tahan terhadap lalulintas jaringan yg sibuk

    - Penambahan & penguranganstation dapat dilakukan dengan mudah

    - tidak mengganggu bagian jaringan lain

    - kontrol terpusat

    -kemudahan deteksi & isolasi kesalahan kerusakan

    -kemudahan pengelolaanjaringan

    Kekurangan :

    -  Jika node tengah mengalami kerusakan,maka seluruh jaringan akan terhenti

    -  Boros kabel perlu penanganan khusus

    Penanganan :

    - Perlunya disiapkan node tengah cadangan

    3). RING

    Topologi ring sebetulnya sama seperti topologi bus hanya topologi ini bentuknya seperti cincin atau lingkaran. Topologi ring (cincin) menghubungkan satu host ke selanjutnya dan host terakhir ke host pertama. Hal ini membuat suatu ring physical pada kabel.

    Kelebihan :

    -   Hemat kabel

          Kekurangan :

    -  Peka kesalahan pengembangan jaringan lebih kaku.

     

    B). IP Address

    IP (Internet Protocol) Address merupakan salah satu bagian penting dalam pemahaman network. Kali ini, secara bertahap, saya akan menjelaskan mengenai konsep dasar pemahaman IP Address, sehingga anda tidak hanya sekedar tahu bahwa deretan angka ini : 192.xxx.xxx.xxx adalah IP Address.

    IP Address hakikatnya adalah sekumpulan bilangan biner sebanyak 32 bit  yang dipisahkan oleh tanda titik(dot), yang disetiap titiknya terdapat 8 bit. Sebelum ngobrol lebih jauh, (khusus bagi anda yang pemula) : Bit merupakan singkatan dariBinary Digit yang merupakan Binary Number System. Disebut bit, karena memang hanya terdiri dari 2 angka, yaitu 0 dan 1. 

    Pembagian kelas-kelas ini didasarkan pada Network ID dan Host ID. Dengan pengertian bahwa setiap IP Address merupakan pasangan dari Network ID dan Host ID.

    Network ID adalah pusat jaringan dari suatu network tempat komputer itu berada. Sedangkan Host ID mengindikasikan komputer itu sendiri. Network ID adalah pengatur kendali, dan Host ID adalah komputer yang masuk dalam lingkungan pengendalian. Lebih gampangnya sih, Host ID itu setiap komputer yang terdaftar dalam suatu jaringan.

    Klasifikasi kelas-kelas IP Address adalah sebagai berikut :

    1.      Kelas A

    8 bit pertama adalah Network ID, dan 24 bit berikutnya adalah Host ID
    Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai dengan 126.xxx.xxx.xxx  

      Diperlukan untuk jaringan kecil dengan jumlah host besar.

    Contoh : 124.241.86.5

    Artinya : Host ID 241.86.5 berada pada jaringan (Network ID) 124 
    Jumlah total IP : 16.777.214

    2.      Kelas B

    16 bit pertama adalah Network ID, dan 16 bit berikutnya adalah Host ID
    Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai dengan 191.155.xxx.xxx

    Diperlukan untuk jaringan dan jumlah host sedang (sebanding)

    Contoh : 181.21.10.6

    Artinya : Host ID 10.6 berada pada jaringan (Network ID) 181.21Jumlah total IP : 65.532

    3.      Kelas C

    24 bit pertama adalah Network ID, dan 8 bit berikutnya adalah Host ID
    Range IP : 192.0.0.xxx sampai dengan 223.255.255.xxx

    Diperlukan untuk jaringan besar dengan jumlah Host kecil

    Contoh : 192.168.100.4

    Artinya : Host ID 4 berada pada jaringan (Network ID) 192.168.100
    Jumlah total IP : 254

    Keterngan :

    1.      Range IP tersebut maksudnya adalah jatah penulisan angka untuk keperluan penulisan Network ID.

    2.      xxx yang dimaksud adalah ruang yang akan diisi dengan Host ID.

    KETENTUAN NETWORK ID DAN HOST ID

    1.      Network ID tidak boleh berisi angka 127. Karena angka tersebut merupakan Loop Back yang akan selalu menunjukkan dirinya sendiri.  127 adalah angka yang secara kodrat (guprak) sudah dikontrak sepenuhnya oleh setiap individu komputer. 
    Jika anda tahu mengenai istilah localhost, maka setiap localhost akan sama dengan 127.0.0.0

    2.      Semua bit dari Network ID dan Host ID tidak boleh bernilai 1. Misalnya berisi 255 yang jika dikonversikan menjadi biner akan menjadi 11111111. Sehingga, format ini adalah SALAH : 255.255.255.255 = 11111111.11111111.11111111.11111111

    3.      Host ID harus unik. Artinya setiap komputer yang terhubung ke jaringan harus memiliki Host ID yang berbeda.

     

    c).Subnetting

    Pada dasarnya subnetting adalah mengambil bit-bit dari bagian host sebuah alamat IP danme-reserve atau menyimpannya untuk mendefinisikan alamat subnet. Konsekuensinya adalah semakin sedikit jumlah bit untuk host. Jadi semakin banyak jumkah subnet, semakin sedikit jumlah bit yang tersedia untuk mendefinisikan host bit.

    Fungsi Subnetting adalah

    • Untuk mengurangi lalu lintas jaringan (mengurangi broadcast storm/ memperkecil broadcast domain)
    • Mengoptimalisasi unjuk kerja jaringan
    • Pengelolaan yang disederhanakan (memudahkan pengelolaan, mengidentifikasikan permasalahan)
    • Penghematan alamat IP

    Contoh Subnetting

    Misalkan tersedia network address 192.168.1.0 / 24 → “ berarti kelas C ”. Misal kita membutuhkan 6 kelompok jaringan/network, maka yang kita lakukan adalah membagi alamat tersebut menjadi 6 subnet. Maka rumus yang digunakan adalah 2^n >= jumlah subnet. Variabel n menunjukkan jumlah bit yang dipinjam dari bit-bit host untuk dijadikan bit subnet.

    Perhitungan

    2^n >= 6 => 2^3 >= 6 ,sehingga n = 3

    Perhitungan dengan metode binary :

    Subnet mask default (dlm biner) : 11111111.11111111.11111111.00000000

    Tambahkan 3 bit 1 di ruas paling belakang : 11111111.11111111.11111111.11100000

    Konversi subnet tsb ke desimal : 255.255.255. 224 (Berarti subnet mask addressnya adalah 255.255.255.224 untuk mendapatkan 6 subnet)

     

    256       jumlah rentang dari 0 – 255 .

    224       -(dikurangi) nilai ruas terakhir dari subnet yang baru .

    Hasilnya

    32         digunakan sebagai range buat subnetnya 

     

    Hasil 32 menunjukkan IP yang dapat dipakai untuk tiap subnet mask yang baru. Berikut ini adalah daftar semua subnet untuk subnet mask class C 255.255.255 224 :

    Subnet ke 0 : 192.168.1.0 – 192.168. 1. 31

    Subnet ke 1 : 192.168.1.32 – 192.168.1. 63

    Subnet ke 2 : 192.168.1.64 – 192.168.1. 95

    Subnet ke 3 : 192.168.1.96 – 192.168.1.127

    ……………….

    Subnet ke 7 : 192.168.1.224 – 192.168.1.255

    Contoh menghitung broadcast address

    Coba hitung broadcast address dan network address untuk IP 192.168.1.4 /29 berarti netmask = 255.255.255.248

    IP Adress : 192.168.1.4 11000000.10101000.00000001.00000100

    Netmask : 255.255.255.248 11111111.11111111.11111111.11111000

    Network Addr : 192.168.1.0 11000000.10101000.00000001.00000000

    (AND)

    Broadcast Addr : 192.168.1.7 11000000.10101000.00000001.00000111

    (invers)

    NB :Gambar menyusul pak

     

    Daftar Pustaka

    1.      http://wahyunisofiana.wordpress.com/2008/04/30/topologi-jaringan-2/

    2.  http://www.thejagat.com/free_artikel/245/networking/323/memahami_ip_address_bag_1.html

    3.      http://cahpecel89.wordpress.com/2011/04/11/subnetting/

    Posted 4 months ago #
  7. 08016004
    Member

    Ringkasan sudah saya kirim pak

    Posted 4 months ago #
  8. 08016037
    Member

    Version:1.0 StartHTML:0000000167 EndHTML:0000019364 StartFragment:0000000484 EndFragment:0000019348
    <style type="text/css">
    p { margin-bottom: 0.08in; }a:link { } </style>

    #1. Tugas Minggu ke-1

      • id Twitter : @eddy_aristian

      • id G Plus : Eddy Irawan Aristianto

      • id Foursquare : eddy_aristian

     

    #2. Kelebihan dan Kekurangan Topologi Jaringan Bus, Ring, Star

    Topologi jaringan komputer : adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Dalam suatu jaringan komputer jenis topologi yang dipilih akan mmepengaruhi kecepatan komunikasi. Untuk itu maka perlu dicermati kelebihan/keuntungan dan kekurangan/kerugina dari masing-masing topologi berdasarkan karakteristiknya.

        1. Topologi Bus

          • Karakteristik :

            <ol type="i">

          • Node – node dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada kedua ujung kabel ditutup dengan terminator.

          • Sangat sederhana dalam instalasi.

          • Sangat ekonomis dalam biaya.

          • Paket-paket data saling bersimpangan pada suatu kabel.

          • Tidak diperlukan hub, yang banyak diperlukan adalah connector pada setiap ethernet card.

          • Problem yang sering terjadi adalah jika salah satu node rusak, maka jaringan keseluruhan dapat down, sehingga seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.

             

      1. Kelebihan :

        <ol type="i">

      2. Topologi yang sederhana

      3. Kabel yang digunakan sedikit untuk menghubungkan komputer-komputer atau peralatan-peralatan yang lain.

      4. Biayanya lebih murah dibandingkan susunan pengkabelan yang lain.

      5. Cukup mudah apabila kita ingain memperluas jaringan pada topologi bus.

         

         

    1. Kekurangan :

      <ol type="i">

    2. Traffic (lalu lintas) yang padat akan sangat memperlambat bus.

    3. Setiap barrel connector yang digunakan sebagai penghubung memperlemah sinyal elektrik yang akan dikirimkan, dan kebanyakan akan menghalangi sinyal untuk dapat diterima dengan benar.

    4. Sangat sulit untuk melakukan troubleshoot pada bus.

    5. Lebih lambat dibandingan dengan topologi yang lain.

       

  9. Contoh :

     

  10.  

     

      1. <ol start="2">
      2. Topologi Star

        • Karakteristik :

          <ol type="i">

        • Setiap node berkomunikasi langsung dengan konsentrator (HUB)

        • Bila setiap paket data yang masuk ke konsentrator (HUB) kemudian di broadcast keseluruh node yang terhubung sangat banyak (misalnya memakai hub 32 port), maka kinerja jaringan akan semakin menurun.

        • Sangat mudah dikembangkan.

        • Jika salah satu kabel ethernet card rusak, atau salah satu kabel pada terminal putus, maka keseluruhan jaringan masih tetap bisa berkomunikasi atau tidak terjadi down pada jaringan keseluruhan tersebut.

        • Tipe kabel yang digunakan biasanya jenis UTP.

           

    1. Kelebihan :

      <ol type="i">

    2. Cukup mudah untuk mengubah dan menambah komputer ke dalam jaringan yang menggunakan topologi star tanpa mengganggu aktivitas jaringan yang sedang berlangsung.

    3. Apabila satu komputer mengalami kerusakan dalam jaringan maka komputer tersebut tidak akan membuat mati seluruh jaringan star.

    4. Kita dapat menggunakan beberapa tipe kabel di dalam jaringan yang sama dengan hub yang dapat mengakomodasi tipe kabel yang berbeda.

       

  11. Kekurangan :

    <ol type="i">

  12. Memiliki satu titik kesalahan, terletak pada hub. Jika hub pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan akan gagal untuk beroperasi.

  13. Membutuhkan lebih banyak kabel karena semua kabel jaringan harus ditarik ke satu central point, jadi lebih banyak membutuhkan kabel daripada topologi jaringan yang lain.

  14. Jumlah terminal terbatas, tergantung dari port yang ada pada hub.

  15. Lalulintas data yang padat dapat menyebabkan jaringan bekerja lebih lambat.

     

  16. Contoh :

     

  17.  

     

      1. <ol start="3">
      2. Topologi Ring

          • Karakteristik :

            <ol type="i">

          • Node-node dihubungkan secara serial di sepanjang kabel, dengan bentuk jaringan seperti lingkaran.

          • Sangat sederhana dalam layout seperti jenis topologi bus.

          • Paket-paket data dapat mengalir dalam satu arah (kekiri atau kekanan) sehinggan collision dapat dihindarkan.

          • Problem yang dihadapi sama dengan topologi bus, yaitu : jika salah satu node rusak maka seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.

          • Tipe kabel yang digunakan biasanya kabel UTP atau Patch Cable (IBM tipe 6).

             

      1. Kelebihan :

        <ol type="i">

      2. Data mengalir dalam satu arah sehingga terjadinya collision dapat dihindarkan.

      3. Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau kanan dari server.

      4. Dapat melayani aliran lalulintas data yang pada, karena data dapat bergerak kekiri atau kekanan.

      5. Waktu untuk mengakses data lebih optimal.

         

    1. Kekurangan :

      <ol type="i">

    2. Apabila ada satu komputer dalam ring yang gagal berfungsi, maka akan mempengaruhi keseluruhan jaringan.

    3. Menambah atau mengurangi komputer akan mengacaukan jaringan.

    4. Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang.

       

  18. Contoh :

     

  19.  

    #3. IP Address dan Pembagian kelasnya

    - Bit pertama : 0

    - Panjang Network ID : 8 bit

    - Panjang Host ID : 24 bit

    - Byte pertama : 0 – 127

    - Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)

    - Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx

    - Jumlah IP : 16.777.214 IP address pada tiap kelas A

     

    Kelas B

    Fungsi Kelas B adalah jaringan dengan ukuran sedang-besar.

    - Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh

    - 2 bit pertama : 10

    - Panjang Network ID : 16 bit

    - Panjang Host ID : 16 bit

    - Byte pertama : 128 – 191

    - Jumlah : 16.384 kelas B

    - Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx

    - Jumlah IP : 65.535 IP address pada tiap kelas B

     

    Kelas C

    Fungsi kelas C adalah untuk jaringan berukuran kecil.

    - Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh

    - 3 bit pertama : 110

    - Panjang Network ID : 24 bit

    - Panjang Host ID : 8 bit

    - Byte pertama : 192 – 223

    - Jumlah : 2.097.152 kelas C

    - Range IP : 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx

    - Jumlah IP : 254 IP address pada tiap kelas C

     

    Kelas D

    Fungsi kelas D digunakan untuk keperluan multicasting dan tidak mengenal adanya Net-ID dan Host-ID

    - 4 Bit Pertama : 1110

    - Byte Inisial : 224 – 247

     

    Kelas E

    Fungsi kelas D adalah ini digunakan untuk keperluan Eksperimental

    - 4 Bit Pertama : 1111

    - Byte Inisial : 248 – 255

        1. Apa itu IP Address ?

          IP Address hakikatnya adalah sekumpulan bilangan biner sebanyak 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik(dot), yang disetiap titiknya terdapat 8 bit. Sebelum ngobrol lebih jauh, (khusus bagi anda yang pemula) : Bit merupakan singkatan dari Binary Digit yang merupakan Binary Number System. Disebut bit, karena memang hanya terdiri dari 2 angka, yaitu 0 dan 1.

           

          Pembagian kelas-kelas ini didasarkan pada Network ID dan Host ID. Dengan pengertian bahwa setiap IP Address merupakan pasangan dari Network ID dan Host ID.

          Network ID adalah pusat jaringan dari suatu network tempat komputer itu berada. Sedangkan Host ID mengindikasikan komputer itu sendiri. Network ID adalah pengatur kendali, dan Host ID adalah komputer yang masuk dalam lingkungan pengendalian. Lebih gampangnya sih, Host ID itu setiap komputer yang terdaftar dalam suatu jaringan.

           

        2. Kelas Pembagian IP Address

          Kelas A
          Fungsi Kelas A adalah aringan yang berukuran sangat besar, yang pada tiap jaringannya terdapat sekitar 16 juta host.

          Formatnya :
          - Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh

     

    #4. Subneting

    Subnetting adalah proses membagi atau memecah sebuah network menjadi beberapa network yang lebih kecil atau yang sering di sebut subnet. Dengan subnetting, kita dapat menentukan jumlah hostyang akan digunakan di dalam jaringan. Bila kita hanya punya 5 host, tapi subnetmask kita tidak kita set sesuai dengan jumlah host, maka paket data yang masuk ke jaringan akan dibroadcast ke seluruh alamat IP (host), walaupun host itu pada kenyataannya tidak pernah ada. Oleh karena itu, maka kita perlu menggunakan subnetting untuk mengefisiensikan penggunaan bandwitdh jaringan.

     

        1. Fungsi Subnetting dalam pengelolaan jaringan

          1. Untuk mengurangi lalu lintas jaringan (mengurangi broadcast storm/ memperkecil broadcast domain).

          2. Mengoptimalisasi unjuk kerja jaringan.

          3. Pengelolaan yang disederhanakan (memudahkan pengelolaan, mengidentifikasikan permasalahan).

          4. Penghematan alamat IP

             

        2. Ilustrasi Subneting untuk 172.10.181.1/29

           

          Kelas B

          Subnetmask : 255.255.255.248 bin 11111111.11111111.11111111.11111000

           

          Perhitungan

          A. Jumlah Subnet = 2^x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah subnet adalah 2^13= 8192 subnet

           

          B. Jumlah host per subnet = 2^y - 2, dimana y adalah kebalikan dari x yaiut banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 2^3= 8-2 = 6 host

           

          C. Blok subnet = 256-248 = 8

           

          D. Alamat host dan broadcast yang valid

           

          subnet : 172.10.181.1

          Host Awl : 172.10.181.2

          Host Akr : 172.10.181.246

          Broadcast: 172.10.181.247

          ………………………

          subnet : 172.10.255.248

          Host Awl : 172.10.255.249

          Host Akr : 172.10.255.254

          Broadcast: 172.10.255.255

    Daftar Pustaka :

    http://mugi.or.id/blogs/anas/archive/2009/02/19/topologi-jaringan-lan-local-area-network.aspx

    http://chintcha.wordpress.com/2009/01/16/macam-macam-topologi-jaringan-pada-komputer/

    http://nic.unud.ac.id/~lie_jasa/kelompok%20I%20TOPOLOGI%20JARINGAN%20eks%20A.pdf

    http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_jaringan

    http://kalembrow.blogspot.com/2010/12/kelas-ip-address-b-c-d-e.html

    http://romisatriawahono.net/2006/02/11/memahami-penghitungan-subnetting-dengan-mudah/

     

     

Posted 4 months ago #
  • 08016031
    Member

    1# id twitter : @royan91, saya juga sdh terdftar di forum dg login : 08016031. Nb : cv sudah saya kirim.

    2# Topologi Jaringan

    kelebihan dan kekurangan topologi jaringan (bus, ring, star)

    1. Topologi Jaringan Bus

    Kelebihan topologi Bus adalah :

    • Saat penambahan workstation (komputer) baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.
    • Jarak LAN tidak terbatas, dapat digunakan di area yang luas.
    • Biaya instalasi sangat murah, karena hanya menyambung  dan membeli kabel BNC.

    Kelemahan dari topologi bus adalah

    • Jika kabel tulang belakang  (bacbone) bermasalah jaringan tidak dapat berfungsi.
    • Memerlukan terminator untuk kedua ujung kabel tulang belakang.
    • Kecepatan rata-rata transfer informasi untuk setiap perangkat sangat lambat karena harus bergantian menggunakan saluran
    • Sulit untuk manajemen jaringan.
    • Sulit untuk expand (menambah) jaringan.

    2. Topologi jaringan ring

    Kelebihan:

    • hemat  kabel
    • tidak perlu penanganan bundel kabel khusus
    • dapat melayani lalu lintas data yang padat

    Kekurangan:

    • peka kesalahan
    • pengembangan jaringan lebih kaku
    • lambat
    • kerusakan pada media pengirim/ terminal dapat melumpuhkan kerja seluruh jaringan.

    3. Topologi jaringan Star

    Kelebihan:

    • paling fleksibel karena pemasangan kabel mudah
    • penambahan atau pengurangan terminal sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan yang lain
    • kontrol terpusat sehingga memudahkan dalam deteksi dan isolasi kesalahan serta memudahkan pengelolaan jaringan

    Kekurangan:

    • boros kabel
    • kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis
    • perlu penanganan khusus bundel kabel

    3# IP Address

    IP Address adalah  Penomoran 32 bit untuk mengidentifikasi net ID dan host ID.

    Pembagian Kelas IP Address

    Jumlah IP address yang tersedia secara teoritis adalah 255x255x255x255 atau sekitar 4 milyar lebih yang harus dibagikan ke seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia. Pembagian kelas-kelas ini ditujukan untuk mempermudah alokasi IP Address, baik untuk host/jaringan tertentu atau untuk keperluan tertentu.

    IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (net ID) dan bagian host (host ID). Net ID berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki net ID yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network. IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E.

    Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. Contohnya IP kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang dapat ditampung oleh tiap jaringan sangat besar. Kelas D dan E tidak digunakan secara umum, kelas D digunakan bagi jaringan multicast dan kelas E untuk keprluan eksperimental.

    Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut :

    • Bit pertama kelas Aadalah 0,dengan panjang net ID 8 bit dan host ID 24 bit.jadi byte pertama kelas A mempunyai range dari 0-127. Jadi pada kelas A terdapat 127 network dengan tiap network dapat menampung sekitar 16 juta host (255x255x255). IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar, IP kelas ini dapat dilukiskan pada gambar berikut ini:

    <table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="width: 316px;" width="316">
    <tbody>
    <tr>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 76px; height: 20px;">

    0-127

    </td>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 81px; height: 20px;">

    0-255

    </td>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 81px; height: 20px;">

    0-255

    </td>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 77px; height: 20px;">

    0-255

    </td>
    </tr>
    <tr>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 76px; height: 20px;">

    0nnnnnnn

    </td>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 81px; height: 20px;">

    hhhhhhhh

    </td>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 81px; height: 20px;">

    hhhhhhhh

    </td>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 77px; height: 20px;">

    hhhhhhhh

    </td>
    </tr>
    </tbody>
    </table>

    Net Id                                 host id                                                                                                            

    • Dua bit IP address kelas B selalu diset 10,sehingga bit pertamanya selalu bernilai antara 127-191. network ID adalah 6 bit pertama, dan sisanya adalah host ID sehingga kalau ada komputer mempunyai IP address 192.168.26.161, network ID = 192.168 dan host ID = 26.161. Pada IP address kelas B ini mempunyai range IP dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx, yakni berjumlah 65.255 network dengan jumlah host tiap network 255 x 255 host atau sekitar 65 ribu host.

    <table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="width: 316px;" width="316">
    <tbody>
    <tr>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 76px; height: 20px;">

    128-191

    </td>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 81px; height: 20px;">

    0-255

    </td>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 81px; height: 20px;">

    0-255

    </td>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 77px; height: 20px;">

    0-255

    </td>
    </tr>
    <tr>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 76px; height: 20px;">

    10nnnnnn

    </td>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 81px; height: 20px;">

    hhhhhhhh

    </td>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 81px; height: 20px;">

    hhhhhhhh

    </td>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 77px; height: 20px;">

    hhhhhhhh

    </td>
    </tr>
    </tbody>
    </table>

                              Net id                     host id

    • IP kelas C mulanya digunakan untuk jaringan berukuran kecil seperti jaringan LAN.Tiga bit pertama kelas C selalu diset 111.network ID terdiri dari 24 bit dan host ID 8 bit sisanya,sehingga dapat terbentuk 2 juta network,dengan masing – masing network memiliki 256 host.

    <table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="width: 315px;" width="315">
    <tbody>
    <tr>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 75px; height: 20px;">

    192-223

    </td>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 81px; height: 20px;">

    0-255

    </td>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 81px; height: 20px;">

    0-255

    </td>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 77px; height: 20px;">

    0-255

    </td>
    </tr>
    <tr>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 75px; height: 20px;">

    110nnnnn

    </td>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 81px; height: 20px;">

    hhhhhhhh

    </td>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 81px; height: 20px;">

    hhhhhhhh

    </td>
    <td nowrap="nowrap" style="width: 77px; height: 20px;">

    hhhhhhhh

    </td>
    </tr>
    </tbody>
    </table>

                                      Net id                      host id

     

    • IP addresskelas D dipergunakan untuk keperluan multicasting.4 bit pertama kelas D selalu diset 1110.sehingga bit pertmanya berkisar antara 224-247 sedangkan bit – bit berikutnya diatur sebagai multicast group yang menggunakan IP address ini.dalam multicasting tidak dikenal network ID dan host ID.
    • IP address kelas E tidak diperuntukkan untuk keperluan umum. 4 bit pertama IP address kelas ini diset 1111 sehingga byte pertamanya berkisar antara 248-255.

     

    4# Subnetting

               

    Subnetting berfungsi untuk :

    1. Untuk mengurangi arus lalu lintas jaringan (mengurangi broadcast storm/memperkecil broadcast domain).
    2.  Mengoptimalisasi untuk Kerja Jaringan
    3. Pengelolaan yang disederhanakan (memudahkan pengelolaan, mengidentifikasikan masalah)
    4. Penghematan alamat IP

     

    Posted 4 months ago #
  • 08016033
    Member

    #1 semua sdh saya kirim dan kerjakan pak berikut ringkasannya.
         id twitter : @wendach
         saya juga sdh trfdtr di forum dg login : 08016033.

     

    #2. TOPOLOGI JARINGAN

     

    a.     Topologi BUS

    Topologi ini adalah topologi yang awal di gunakan untuk menghubungkan komputer.

    Dalam topologi ini masing masing komputer akan terhubung ke satu kabel panjang dengan beberapa terminal, dan pada akhir dari kable harus di akhiri dengan satu terminator.

    Topologi ini sudah sangat jarang digunakan didalam membangun jaringan komputer biasa karena memiliki beberapa kekurangan diantaranya kemungkinan terjadi nya tabrakan aliran data, jika salah satu perangkat putus atau terjadi kerusakan pada satu bagian komputer maka jaringan langsung tidak akan berfungsi sebelum kerusakan tersebut di atasi.

    Topologi ini awalnya menggunakan kable Coaxial sebagai media pengantar data dan informasi.

    Tapi pada saat ini topologi ini di dalam membangun jaringan komputer dengan menggunakan kabal serat optik ( fiber optic) akan tetapi digabungkan dengan topologi jaringan yang lain untuk memaksimalkan performanya.

    Kelebihan :

    ·         Topologi yang sederhana

    ·         Kabel yang digunakan sedikit untuk menghubungkan komputer-komputer atau peralatan-peralatan yang lain

    ·         Biayanya lebih murah dibandingkan dengan susunan pengkabelan yang lain.

    ·          Cukup mudah apabila kita inginmemperluas jaringan pada topologi bus.

    Kekurangan :

    ·         Traffic (lalu lintas) yang padat akan sangat memperlambat bus.

    ·          Setiap barrel connector yang digunakan sebagai penghubung memperlemah sinyal elektrik yang dikirimkan,

    dan kebanyakan akan menghalangi sinyal untuk dapat diterima dengan benar.

    ·         Sangat sulit untuk melakukan troubleshoot pada bus.

    ·          Lebih lambat dibandingkan dengan topologi yang lain.

    b.     Topologi RING

    Topologi ring atau yang sering disebut dengan topologi cincin adalah topologi jaringan dimana setiap komputer yang terhubung membuat lingkaran.

    Dengan artian setiap komputer yang terhubung kedalam satu jaringan saling terkoneksi ke dua komputer lainnya sehingga membentuk satu jaringan yang sama dengan bentuk cincin.

    Kelebihan:

    ·         Data mengalir dalam satu arah sehingga terjadinya collision dapat dihindarkan.

    ·          Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau kanan dari server.

    ·         Dapat melayani aliran lalulintas data yang padat, karena data dapat bergerak kekiri atau kekanan.

    ·         Waktu untuk mengakses data lebihoptimal.

    Kekurangan:

    ·         Apabila ada satu komputer dalam ring yang gagal berfungsi, maka akan mempengaruhi keseluruhan jaringan.

    ·         Menambah atau mengurangi komputer akan mengacaukan jaringan.

    ·          Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang.

    c.     Topologi STAR

    Kelebihan:

    ·         Fleksibelitas tinggi

    ·         Penambahan atau pengurangan sangat mudah, sehingga tidak mengganggu bagian jaringan lain, yaitu dengan cara menarik kabel menuju hub.

    ·         Kontrol terpusat sehingga mudah dalam pengelolaan jaringan.

    ·         Kemudahan deteksi  dan isolasi kesalahan, jika terdapat salah satu kabel menuju node terputus, maka tidak akan mempengaruhi jaringan secara keseluruhan. Hanya kabel yang putus yang tidak bisa digunakan lagi.

    Kekurangan:

    ·         Boros kabel

    ·         Perlu penanganan khusus

    ·         Jika hub rusak, maka jaringan yang berada dalam satu hub akan ikut rusak.

     

    #3 IP ADDRESS (Internet Protocol Address)

    Adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet.

    Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.

    Pembagian kelas :

    IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yaitu:

    Ø  network (net ID)  : menunjukan jaringan kemana host dihubungkan.

    Ø  host (host ID) : memberikan suatu pengenal unik pada setiap host pada suatu jaringan.

    Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki net ID yang sama.

    Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host.

    Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network.

    IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E.

    Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya.

    Contohnya IP kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang dapat ditampung oleh tiap jaringan sangat besar.

    Kelas D dan E tidak digunakan secara umum, kelas D digunakan bagi jaringan multicast dan kelas E untuk keprluan eksperimental.

    Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address.

     

    Untuk memudahkan identifikasi, alamat IP yang terdiri dari 32 bit tadi dituliskan menjadi 4 nilai numerik yang masing-masing bernilai 8 bit.

    Misalnya saja no IP 192.168.19.1

    sebenarnya adalah 11000000 10101000 00010011 00000001

    dimana 11000000 merupakan bilangan binary 8 bit dari 192, 10101000 merupakan bilangan binary 8 bit dari 168, 00010011 merupakan bilangan binary 8 bit dari 19 dan 00000001 yang merupakan bilangan binary 8 bit dari 1.

    Alamat IP yang dapat dipakai dari alamat 0.0.0.0 sampai dengan alamat 255.255.255.255 sehingga jumlah maksimal alamat IP yang bisa dipakai adalah 28 x28 x 28 x28 = 4294967296.

    Untuk memudahkan pengelolaan alamat IP dari jumlah IP address sebanyak itu dikelompokan menjadi beberapa kelas oleh badan yang mengatur pengalamatan Internet seperti InterNIC, ApNIC atau di Indonesia dengan ID-NICnya menjadi sebagai berikut ini :
     

    Alamat IP kelas Adimulai dari bit awal 0.

    Oktet pertama dari berupa net id dan sisanya adalah host id.

    Alamat IP kelas Bdimulai dari bit awal 10.

     Dua oktet pertama digunakan untuk net id dan sisanya digunakan untuk host id.

    - Alamat IP kelas Cdimulai dari bit awal 110.

    Tiga oktet pertama digunakan untuk net id dan sisanya digunakan untuk host id.

    - Alamat IP kelas D dimulai dari bit awal 1110.

    Alamat IP kelas D digunakan untuk untuk mendukung multicast.

    -Alamat IP kelas Edimuladi dari bit awal 11110.

    Alamat IP kelas ini digunakan untuk tujuan eksperimen.

     

    a.       IP Address kelas A

    IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar.

    Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya.

    Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah:

    -Network ID = 113

    -Host ID = 46.5.6

    Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.

    b.      IP Address kelas B

    IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar.

    Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya.

    Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1

    -Network ID = 132.92

    -Host ID = 121.1

    Sehingga IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92.

    Dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host.

    Range IP128.0.xxx.xxx – 191.155.xxx.xxx

    c.       IP Address kelas C

    IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir.

    Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.

    d.      IP Address kelas D

    Fungsi kelas D digunakan untuk keperluan multicasting dan tidak mengenal adanya NetID dan Host-ID
    - 4 Bit Pertama : 1110
    - Byte Inisial : 224 – 247

    e.      IP Address kelas E

    Fungsi kelas D adalah ini digunakan untuk keperluan Eksperimental
    - 4 Bit Pertama : 1111
    - Byte Inisial : 248 – 255

     

    #4 SUBNETTING

    Subnetting adalah sebuah teknik yang mengizinkan para administrator jaringan untuk memanfaatkan 32 bit IP address yang tersedia dengan lebih efisien.

    Teknik subnetting membuat skala jaringan lebih luas dan tidak dibatas oleh kelas-kelas IP (IP Classes) A, B, dan C yang sudah diatur.

    Subnetting menyediakan cara yang lebih fleksibel untuk menentukan bagian mana dari sebuah 32 bit IP adddress yang mewakili netword ID dan bagian mana yang mewakili host ID.

    Dengan kelas-kelas IP address standar, hanya 3 kemungkinan network ID yang tersedia; 8 bit untuk kelas A, 16 bit untuk kelas B, dan 24 bit untuk kelas C.

    Subnetting mengizinkan anda memilih angka bit acak (arbitrary number) untuk digunakan sebagai network ID.

    Fungsi-fungsi subnetting :

    -  Untuk mengurangi lalu lintas jaringan (mengurangi broadcast storm / memperkecil broadcast domain)

    - Mengoptimalisasi unjuk kerja jaringan

    - Pengelolaan yang disederhanakan (memudahkan pengelolaan, mengidentifikasikan permasalahan)

    - Penghematan alamat IP

    Contoh subnetting untuk IP Address 172.10.181.1/29, maksudnya yaitu:

    Ip Address 172.10.181.1/29 subnet masknya 255.255.255.248,

    IP 172.10.181.1 tergolong dalam kelas B karena penomoran dalam IP address kelas B terdiri dari 128-191.

    Gambarnya sbb :

     

    Referensi:

    http://nic.unud.ac.id/~lie_jasa/Kelompok%20I%20TOPOLOGI%20JARINGAN%20eks%20B.pdf

    http://www.rezafauzi.com/2009/05/pengertian-topologi-jaringan.html

    http://donialiyanto.blogspot.com/2011/04/perbedaan-topologi-bus-dan-star.html

    http://agusckurniawan.blogspot.com/2011/04/kelebihan-dan-kekurangan-topologi.html

    http://gap.web.id/2011/03/pengertian-ip-address/

    http://pocing2918.wordpress.com/pembagian-kelas-ip-networking/

    http://sujieinformatika.blogspot.com/2009/04/pengertian-subnetting-dan.html

    Posted 4 months ago #

  • RSS feed for this topic

    Reply »

    You must log in to post.